Lain di bibir, lain di hati. Itulah yang sedang terjadi pada Reza. Sejak tadi memang ia terlihat tenang, bahkan sempat bercanda dengan Maya. Ia menyetir dengan sikap santai, menjawab pertanyaan dengan suara stabil, dan sesekali ikut tertawa. Namun di balik itu semua, pikiran bawah sadarnya tidak pernah benar - benar lepas dari satu bayangan yang terus mengikutinya. Pertemuan dengan Papa Maya. Menghadap Papa Maya untuk kedua kalinya dalam beberapa bulan terakhir bukan perkara ringan. Beberapa bulan lalu ia datang dengan niat yang belum matang, dengan kondisi hubungan yang belum pasti, hanya memberitahu bahwa mereka sudah menyambung hubungan yang sempat terputus itu dan setelahnya ia pulang dengan perasaan seperti habis diuji habis - habisan, digantung pula. Tatapan tegas itu masih tering

