EP: Penggemar Baru Reza?

2211 Kata

Reza sedang menyelesaikan pesanan terakhir malam ini. Dapur Nadira’s Table masih hangat oleh aroma butter, kaldu, dan rempah-rempah, tapi intensitasnya sudah jauh berkurang. Beberapa kompor dimatikan, lampu penghangat plating menyala satu per satu. Satu jam lagi, restoran akan benar - benar tutup dan orderan sudah ditutup. Ia berdiri di depan meja stainless, memeriksa plating terakhir dengan fokus penuh. Setiap elemen ia pastikan berada di posisi yang tepat. Bagi Reza, jam - jam terakhir justru paling krusial. Keletihan tidak boleh mengalahkan standar. "Chef," panggil Erni salah satu staf depan dari pintu dapur, suaranya sopan tapi sedikit ragu. "Ada customer yang mau ketemu sama chef-nya, katanya." Reza menoleh sebentar, lalu kembali menatap piring di depannya. "Ada problem?" tanyanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN