Hari pertama mereka di Bali ditutup dengan rasa kenyang dan hati yang hangat. Setelah makan malam di Nadira’s Table, mereka tidak lama-lama. Tubuh Nadira mulai terasa berat, bukan lelah yang menyiksa, tapi kelelahan khas ibu hamil yang datang perlahan. Bian langsung paham. "Kita balik aja," katanya lembut ke Nadira, "Besok masih panjang." Reza ikut mengangguk. "Iya. Walau malam ini aku pasti jetlag, tapi aku mau paksa tidur lebih cepat." "Harus dipaksa Rez, walau bakal bangun - bangun tengah malam nanti," sahut Nadira. "Iya." Jadi setelah makan malam mereka langsung kembali ke hotel. Reza sempat ikut ngobrol sebentar di kamar Nadira dan Bian, kebetulan kamar mereka berhadap-hadapan. Tapi ia memilih untuk tidak nongkrong lama di kamar mereka. Ia tahu batas, dia memang masih segar, tida

