Maya sudah duduk di meja itu hampir setengah jam. Sejak tadi ia hanya memesan satu minuman dingin yang bahkan belum habis diminumnya. Ia memang sengaja menunggu. Dari bandara tadi, Maya sebenarnya sempat berpikir untuk langsung berjalan kaki ke restoran seperti biasanya. Jarak dari tempat kosnya ke Nadira's Table memang tidak terlalu jauh. Tapi setelah perjalanan dari Jakarta, ia tiba - tiba merasa malas berjalan. Begitu keluar dari bandara, ia naik taksi menuju tempat kosnya. Setelah sampai, ia hanya masuk sebentar untuk menaruh koper di kamar. Sopir taksi yang mengantarnya tadi masih menunggu di luar. "Sebentar ya, Pak. Saya cuma naruh koper." Tidak sampai lima menit Maya keluar lagi. "Kita ke Nadira's Table, ya Pak." Sopir itu mengangguk, dan setelah sampai di NT tentu saja May

