Kemana Perginya Pengantin Baru?

1290 Kata

Mas Aiman marah ketika aku tersenyum saat menyapa tamu undangan. Sebagai mempelai pengantin bukankah hal yang wajar jika menyapa dan tersenyum pada tamu? Anehnya suamiku menekuk wajahnya dan mengajakku pergi. Cemburu pada mantan ketua BEM masih menjadi alasan. Semua ini gara-gara Mas Agung. Sudah tahu jika suamiku cemburuan parah malah sengaja di kompori. Kini aku yang kesusahan untuk merayunya agar mau kembali ke tempat acara. “Buat apa kembali ke sana?!” Dih, buat apa katanya? Mas Aiman benar-benar menyebalkan. Kerabatnya dari solo baru datang bukannya menyapa mereka malah mengajakku kabur. Padahal Mama Jamila memintaku agar berkenalan dengan keluarga besar dari Papa Arman. Beliau pasti kebingungan mencari ku dan putranya. “Mas, resepsi pernikahan baru dimulai dan kita sudah kabur-k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN