Honeymoon 2

1133 Kata

Minum kopi dan bermain gitar sambil menikmati keindahan telaga menjer sangatlah romantis. Meskipun udara terasa dingin tak menyurutkan niatku mengajak Mas Aiman bermalam di dalam glamping. Aku ingin saat matahari terbit berada di depan tenda sambil minum teh dan roti bakar. Tentunya bersama dengan suami tercinta. Satu lagu telah selesai ku nyanyikan. Mas Aiman terlihat malu-malu ketika aku menyanyikan lagu khusus untuknya. Wajahnya memerah hingga menjalar ke telinganya. “Mau request lagu apa lagi?” tanyaku, Mas Aiman menepuk-nepuk kedua pipinya. Bukannya menghilang namun rona merah semakin terlihat jelas. “Dih, salting sampai segitunya,” godaku sambil terkekeh pelan. Mas Aiman mengerucutkan bibir. Tingkah lakunya saat ini mirip ABG sedang jatuh cinta. “Sayang,” rengeknya. “Kenapa sih,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN