Perang Kata-Kata

1471 Kata

Rumah sakit sore itu tidak terlalu ramai, tapi atmosfernya tetap penuh dengan hiruk-pikuk khas tempat penyembuhan. Suara roda brankar yang beradu dengan lantai keramik, langkah-langkah cepat para perawat, bau antiseptik menusuk yang bercampur dengan obat-obatan—semua itu menekan batin Nayara yang sejak pagi belum tenang. Di tangan kanannya, Nayara menggandeng Shaila yang baru saja selesai diperiksa. Bocah itu baru pulih dari demam cukup tinggi, matanya masih sedikit sayu meski wajahnya tampak lebih segar dibanding kemarin. Di tangan kiri, Nayara membawa map hasil pemeriksaan—cek darah, rontgen d**a, beberapa lembar yang memastikan putrinya tidak ada komplikasi. Dharma, si sulung, berjalan di samping mereka dengan botol minum di tangan. Sesekali ia melirik ke adiknya, memastikan Shaila ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN