Di perjalanan menuju butik Nayara, pikiran Mahesa berputar cepat. Ia ingat dengan jelas bagaimana wajah Nayara berubah sejak kabar tentang Shanaya mulai mencuat. Tatapan curiga itu, nada suaranya yang bergetar, dan cara ia berusaha tetap kuat—semuanya justru membuat Nayara semakin menarik di mata Mahesa. Bagi Mahesa, Nayara adalah sosok yang ia kagumi diam-diam sejak dulu: perempuan yang lembut tapi tegas, setia, dan dulu terlalu cepat direbut Arga—adik kandung istrinya sendiri. Sementara di pikirannya, bayangan Arga hanya menimbulkan rasa getir. “Selalu kamu, Ga,” bisiknya pelan sambil mengemudi. “Dulu kamu yang dapat Shanaya, sekarang Nayara pun masih kamu miliki.” Mahesa mengepalkan tangan di setir. Ada dendam yang ia sendiri tidak tahu kapan mulai tumbuh. Dendam yang perlahan beru
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


