Angin sejuk meniup lembut pepohonan di halaman rumah yang penuh cinta. Di balik jendela, Salwa sedang bersiap. Bukan untuk ke kampus, bukan juga untuk ke toko kue. Tapi untuk sebuah janji penting—janji ke dokter kandungan. Yang membuat janji ini terasa istimewa, bukan hanya karena mereka akan memulai program kehamilan, tapi juga karena dokter yang menangani mereka bukan orang asing. Jiavala—kakak kandung Jiva, pemilik rumah sakit, ahli kandungan terpercaya, sekaligus orang yang sangat memanjakan Salwa dan si kembar—akan menjadi pengawal mereka dalam perjalanan ini. “Sayang, kamu udah siap?” suara Jiva terdengar dari ambang pintu kamar. Salwa menoleh, mengenakan gamis simpel berwarna dusty pink dan jilbab senada. Wajahnya tampak tegang, tapi cantik seperti biasa di mata Jiva. “Siap, tapi

