Senja baru saja jatuh ketika sebuah mobil hitam melaju cepat di jalan menuju kawasan rumah Oma Yasmin. Di balik kemudi, Ivan—sekretaris Jiva yang biasanya tenang dan profesional—tengah dalam kondisi gelisah. Tangannya yang memegang setir tampak sedikit gemetar, bukan karena takut, melainkan karena desakan waktu dan urgensi. Dia baru saja mengumpulkan informasi penting mengenai Rania. Dan semuanya tak bisa disampaikan melalui telepon. Harus langsung, harus bertemu dengan Jiva. Ada sesuatu yang tidak beres, dan semua benang mulai terhubung ke satu simpul besar yang mengancam nyawa Salwa. Namun, takdir seperti ingin bermain lebih dulu. Kilatan cahaya. Klakson panjang. Ban yang mencicit. BRAKK! Mobil Ivan menghantam pembatas jalan lalu terguling ke sisi bahu jalan. Suara logam yang saling

