Satu Lagi Alasan Untuk Bersyukur

929 Kata

Malam ini rumah Oma Yasmin terasa hangat. Bukan karena hiasan baru atau makanan lezat yang disajikan Bude Ulfa, tapi karena seluruh anggota keluarga besar berkumpul. Bahkan Jiavala, yang biasanya datang terlambat karena pasien, sore tadi sudah duduk manis sambil ngemil pastel bikinan Mbak Yanti. “Ada acara apa sih sebenarnya?” tanya Jiavala sambil melirik ke arah adiknya yang duduk di sebelah Salwa dengan senyum-senyum konyol. Oma Yasmin ikut mengangguk. “Iya. Tiba-tiba ngajak kumpul?” Jiva melirik ke arah Salwa. “Boleh aku yang ngomong?” Salwa mengangguk pelan, meski wajahnya terlihat gugup. Jiva bangkit dari duduknya. Dia berdiri di depan semua orang, lalu menarik napas panjang. “Ini bukan pengumuman besar. Tapi buat kami berdua—ini salah satu kabar terbaik yang pernah kami terima

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN