Honeymoon Babak Tiga

1165 Kata

“Kalau dilihat dari hasil USG dan tekanan darah terakhir, semua dalam batas aman. Janinmu kuat sekali, Salwa. Sama kayak ibunya.” Suara lembut Jiavala mengalun di ruang periksa, diiringi ketukan pelan pulpen ke berkas rekam medis. Salwa menoleh pada Jiva yang duduk di sebelahnya. Keduanya saling bertukar senyum—senyum yang sudah lama tak sempat mereka bagi sejak badai bertubi-tubi menerpa rumah tangga mereka. “Jadi aku boleh bepergian ya, Kak?” tanya Salwa, sedikit menahan napas. Jiavala mengangguk dengan senyum penuh pengertian. “Asal tetap jaga pola makan dan jangan terlalu lelah. Ingat, kalian bukan pergi untuk naik gunung atau keliling kota, tapi untuk istirahat, rileks, menikmati waktu berdua.” Salwa langsung meremas jemari suaminya erat-erat. Ada rona bahagia yang tak bisa ditut

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN