Hadiah Terbaik

953 Kata

"Sayang," panggil Jiva sambil menyelipkan wajahnya ke balik pintu ruang belajar. Salwa masih sibuk mengetik tugas di laptop. Beberapa lembar referensi berserakan di meja. Namun, begitu mendengar suara suaminya yang khas, Salwa menoleh. "Iya, A’?" "Kamu masih sibuk banget?" "Sedikit lagi, kenapa?" Jiva masuk dengan senyum misterius. Tangan di balik punggungnya. "Aku ada undangan penting. Kamu harus ikut." Salwa menaikkan alis. "Undangan apa? Resepsi lagi?" "Bukan. Ini pesta ulang tahun perusahaan keluarga. Sekalian syukuran target akhir tahun tercapai." "Wah, pasti mewah banget ya acaranya." "Sedikit." Jiva tersenyum penuh arti. "Tapi bakal lebih sempurna kalau kamu hadir." Salwa mengerjap. "Aku?" "Ya. Kamu istriku. Pendamping hidupku. Kenapa kamu pikir kamu nggak boleh hadir?"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN