Claudine tersentak saat Elang menutup pintu kamar dengan cukup keras. Pria itu melangkahkan kakinya lebar-lebar mendekat ke arahnya yang masih berdiri mematung. Pesta belum usai namun mereka sengaja kembali ke kamar terlebih dulu. Baru saja Claudine melepaskan anting di telinganya ketika Elang menarik pinggangnya dengan cukup kuat hingga tubuhnya berbalik. Claudine memejamkan mata saat wajah keduanya bersentuhan, saling memandang dengan begitu dekat hingga hembusan napas keduanya beradu. "Kau tidak sabaran, Tuan Leonard." Claudine berbisik lirih, mengusap lembut telinga Elang yang menjadi bagian kesukaannya. "Dan aku menjadi semakin tidak sabar setelah kau mengatakannya." Elang menggesekkan hidungnya dengan hidung Claudine sebelum menarik leher wanita itu lalu melumat bibirnya begitu

