Bayangan Sepuluh Tahun

1729 Kata

Hujan turun semakin deras di halaman Sektor 7, seolah-olah langit Nagaraja sedang berusaha mencuci dosa yang telah mengeras selama satu dekade di atas tanah ini. Cahaya lampu taman yang temaram memantulkan kilau air yang jatuh di atas batu-batu halaman, menciptakan bayangan-bayangan panjang yang menari di antara kaki para pengawal yang berdiri kaku. Angin malam membawa aroma tanah basah yang tajam, bercampur dengan wangi mawar Juliet dari taman—wangi yang biasanya menenangkan, namun malam ini terasa seperti aroma pemakaman yang dingin. Kido berdiri di tengah gerimis, tubuhnya yang kurus sedikit menggigil. Ia sudah setengah membuka laptopnya, jari-jarinya yang gemetar sudah bersiap di atas keyboard yang mulai basah oleh percikan air. Layar laptop itu sempat menyala, memancarkan cahaya biru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN