CATATAN PENULIS: Alur cerita masih berada dalam rentetan kilas balik (flashback) 10 tahun yang lalu di Jayadwipa. Fokus pada keberhasilan Desi memasukkan bom asap feromon ke ruangan Virian dan perjuangannya menyusup lewat jalur darurat. Puncak Menara dan Napas yang Terengah Siang itu, matahari Jayadwipa seolah ingin membakar habis aspal di depan gedung megah PT. Pratama Gold & Gem (PGG). Di lobby utama yang luasnya nyaris menyamai lapangan bola, suasana masih sangat formal dan sunyi. Roni, sekuriti senior yang tadi menyambut Virian, masih berdiri di dekat pilar. Matanya tertuju pada Desi yang masih mematung memegang buket mawar merah raksasa yang tampak sangat kontras dengan seragam sekuriti yang kaku. Roni melirik jam tangannya dengan gelisah. Ia punya tugas penting memindahkan
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


