Bab 10. Lingga Tidak Suka Om Dewa

1045 Kata

“Om … Om Dewa, ya?” Lingga yang sudah mendongak dan menatap sosok pria yang baru saja datang itu tersenyum. Dia mengingat wajah pria ini, tapi pria ini bukan seseorang yang pernah mentraktirnya makan. Maka ia menyimpulkan jika pria yang kini menatapnya tersebut bernama Dewa. Kembaran om Kala yang baik hati. “Benar, kan? Om … Om Dewa, kan?” Anak itu mengulang pertanyaan yang belum dijawab oleh sosok pria dewasa yang hanya diam menatapnya. Aruna buru-buru menarik sang putra ke arahnya ketika melihat perubahan ekspresi Dewa. Membuat Lingga sedikit kerepotan untuk menjaga keseimbangan tubuh. “Maaf, kemarin tidak sengaja kami bertemu dengan kembaran pak Dewa. Saya salah mengenali beliau. Akhirnya dia memperkenalkan diri sebagai kembaran pak Dewa.” Runa buru-buru menjelaskan, takut Dewa akan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN