Jingga selalu merasa bersyukur akan segera bersanding dengan seorang pria bernama Sadewa Putra Hutama. Ia merasa beruntung bertemu dengan pria tersebut. Pria matang yang berasal dari keluarga baik. Keluarga yang terkenal harmonis. Orang tuanya terkenal di kalangan pengusaha sebagai pasangan yang selalu romantis meskipun usia tak lagi muda. Tidak pernah terdengar isu perselingkuhan. Begitupun dengan kakak-kakaknya yang sudah menikah cukup lama. Mereka adem ayem dengan pasangan masing-masing. Hal itu yang menjadi alasan paling besar Jingga menerima pinangan Dewa. Dia benci perselingkuhan. Jingga membalas senyum calon suaminya. Langkah kakinya terayun masuk ke dalam ruang kerja dengan ornamen kayu yang menciptakan suasana hangat dan nyaman, namun tetap terlihat berkelas. Dewa beranjak d

