Bab 12. Janji Dewa

1006 Kata

“Kok ada suara anak kecil. Kalian sama siapa, Dewa?” Dewa seketika mendesah dalam hati. Mamanya mendengar suara anak itu yang memang cukup keras. Pria itu menatap kesal Lingga. Sementara yang ditatap tidak sadar. “Kok kenal Kala?” Nah kan, ibunya jadi penasaran mendengar suara anak itu menyebut nama Kala. Sialan Kala. Kenapa dia tidak bercerita kalau bertemu dengan mereka? Dan untuk apa juga saudara kembarnya itu sok baik pada mereka. Padahal Kala yang mendorongnya untuk balas dendam. Awas saja, batin Dewa kesal pada sang saudara kembar. “Dewa.” “Oh … iya, Ma. Kami baru selesai melihat kain buat gaun pengantin Jingga. Sebentar lagi kami jalan. Tungga, ya.” Dewa mengalihkan pembicaraan sang mama. Berharap mamanya akan melupakan pertanyaan soal anak kecil tersebut. “Dewa … itu tadi–”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN