Hidup Danu bagaikan mati suri. Kehilangan Mila dan anak-anaknya membuat hatinya patah ribuan kali. Kenapa semua ini harus terjadi padanya. Baru saja dia ingin berbahagia dengan keluarga kecilnya tapi kebahagiaan itu bagaikan angan-angan belaka. Makanan di piringnya masih utuh tanpa tersentuh sama sekali. Lebih baik dia mati jika harus hidup menyendiri selamanya di dunia ini. "Danu.. ayo makan dulu nak" Anjani sangat sedih melihat Danu seperti ini. "Aku tidak lapar ma, aku ingin mencari Mila dan anak-anakku" baru saja Danu berdiri tiba-tiba saja dia hampir terjatuh karena kehilangan keseimbangannya. "Danu!! hati-hati nak!! " seru Anjani sambil menolongnya. "Ma kenapa semua ini harus terjadi padaku? apa salahku ma? aku sangat mencintai Mila dan anak-anakku. Apa aku tidak ditakdirka

