"Maafkan aku, Sayang," ucapnya pelan. "Mas kok bengong sih?" "Ah aku—" "Papa mau dibandiin sama Mama, ya?" tegur Alea dengan suara manja. Kalandra tertawa pelan. Rasa penatnya hilang seketika. Dia mendekat dan mencium pipi Baby El yang sedang tertawa di gendongan Alea. "Boleh," jawab Kalandra. "Tapi anak kita taruh di boks bayi dulu." Alea memukul lengan Kalandra pelan. "Mandi sana. El belum mau tidur, dia masih mau main sama Papanya." Kalandra mengalah. Dia mengambil alih El dari gendongan Alea dan membawanya ke atas tempat tidur. Alea duduk di tepi ranjang memperhatikan mereka berdua. Kalandra mengajak El mengobrol, dan bayi itu membalas dengan ocehan riang. Kalandra bersyukur melihat senyum Alea yang lepas. Dia berjanji dalam hati akan menyimpan rapat rahasia dari Mahira agar

