121 - Rahasia Alea

1195 Kata

Baru saja Kalandra hendak meraih ponselku, ponsel miliknya di atas meja justru bergetar hebat. Ia melirik layar, lalu mendesah kasar sambil mengangkat telepon itu. "Ya? Saya sudah bilang jangan ganggu malam ini," ucap Kalandra dengan nada dingin, lalu ia berdiri dan melangkah sedikit menjauh untuk melanjutkan pembicaraan yang sepertinya cukup serius. Jantungku rasanya mau copot. Begitu dia lengah, jemariku bergerak secepat kilat. Aku langsung menghapus pesan dari Milen. Beruntung, tepat saat itu ada pesan masuk dari teman sekelas yang tadi sempat bertukar nomor di biro administrasi, menanyakan soal grup diskusi tugas kelompok besok. Aku sengaja membiarkan pesan itu tetap berada di posisi paling atas. Selesai menelepon, Kalandra kembali duduk. Tatapannya masih tajam, seolah tidak melupa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN