"Om, ngomong! Ada apa? Apa yang buruk? Itu tadi telepon dari siapa? Dari rumah sakit? Alisa baik-baik aja, kan, Om?" Aku terus mendesak agar Kalandra memberitahuku apa yang terjadi. Aku tak bisa berpikir jernih karna mencemaskan Alisa, setelah serangkaian yang baru saja kutelan pahit, tentang River, tentang semua kerumitan yang harus kuhadapi. Namun, kondisi Alisa lebih penting dari apa pun. "Jawab aku, Om! Aku ngga mau Alisa kenapa-kenapa!" Kalandra menatapku setelah ia lebih tenang. "Alisa sudah siuman, Alea." "Udah siuman? Maksudnya, Alisa udah sadar? Dia baik-baik aja?" Kalandra tampak bingung, dia lalu menghela napas. "Om? Ada apa, sih? Kalau Alisa sadar, itu bagus, kan? Astaga, aku sampai jantungan! Aku nggak mau Alisa—" "Suster bilang barusan, dia terus minta dipertemu

