114 - Kotak Beludru Rahasia 🔥

1531 Kata

"Sudah bangun, Sayang?" tanya Kalandra dengan suara yang jauh lebih lembut, sangat kontras dengan nada bicaranya di telepon tadi. Aku hanya bisa menjawab dengan gumaman kecil sambil mencoba menarik selimut lebih tinggi. Tubuhku terasa sangat remuk, bahkan untuk sekadar menjawab pertanyaannya saja rasanya memerlukan tenaga ekstra. "Apa yang terjadi, Mas?" tanyaku lirih. Kalandra duduk di tepi kasur, membuat kasur sedikit amblas karena beban tubuhnya. Dia mengusap keningku dengan ibu jarinya, menatapku dengan sorot mata yang sulit diartikan. "Tidak terjadi apa-apa, Sayang. Selain berakhirnya hidup orang-orang yang seharusnya memang mendapatkan balasan karena sudah berani menyentuh hidup orang yang aku sayangi," jawabnya tenang. Aku menatap wajahnya yang tampak sangat tampan namun be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN