76 - Godaan Kalandra

1023 Kata

Kerinduan yang Tertahan Ponsel itu terlempar ke atas tumpukan bantal yang sudah berantakan. Aku menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri karena suhu di kamar ini terasa mendadak panas, meskipun AC sudah disetel paling dingin. Keringat tipis mulai muncul di keningku. Aku meremas sprei dengan kuat, membayangkan kehadiran Kalandra di sini. Pria itu tidak lagi hanya mengirim pesan singkat, tapi bayangannya seolah benar-benar hadir dan menguasai pikiranku. "Om Alan.... benar-benar keterlaluan," bisikku pelan. Suaraku terdengar serak karena perasaan gelisah yang tak kunjung hilang. Bayangan wajahnya yang tegas saat di butik waktu itu terus muncul di kepalaku. Tatapannya yang tajam seolah bisa membaca seluruh isi hatiku. Aku menyentuh dadaku, merasakan jantung yang berdetak sanga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN