Aruntala berdiri di lobi utama yang langit-langitnya setinggi langit, memegang erat tas kerjanya. Ia mengenakan setelan blazer yang rapi dan elegan berwarna maroon, sangat berbeda dari penampilannya saat mengasuh Elnino. Hari ini, ia bukan lagi seorang ibu s**u, ia adalah Sekretaris Eksekutif yang baru, menggantikan posisi sekretaris Dewangga yang resign karena ikut suaminya ke luar negeri. Bisikan halus mulai terdengar saat ia berjalan menuju lift khusus karyawan. “Itu sekretaris baru Pak Dewangga? Katanya dia lulusan terbaik Universitas Langston yang ditarik lewat jalur prestasi ya?” tanya seorang staf senior. Rekan di sebelahnya mengangguk, “Iya, katanya rektor langsung yang memberikan rekomendasi karena nilainya nyaris sempurna. Cantik banget ya, cocok jadi wajah di lantai eksekutif

