Sementara di night club dimana Sarah sudah mendekat ke arah Harry. Tapi, dia sama sekali tidak memperdulikan kehadiran Kinanti yang berdiri di sisi Harry. Dan tak lama kemudian, datang pelayan membagikan minuman secara bergiliran. Sampai ke arah Harry dan Kinanti. Sarah hanya memperhatkan gelas milik Harry di teguk oleh pria itu hingga habis. Sedangkan Kinanti hanya sekedar membasahi bibir. ”Dok, tambah dong. Masa party senior malah cuma segelas doang…” ejek dokter Anastesi yang berdiri di hadapannya. “Sorry, saya mau nyetir nanti, Dok. Jadi gak bisa minum banyak…” jawab Harry dengan elegan. “Tambah dong, satu lagi…” imbuh pria itu lagi dengan terkekeh. ”Dokter Harry, dateng bukan bawa sopir jadi, cukup segelas aja….” Sahut mba Nia yang muncul dari belakang mereka. Sejujurnya mba Ni

