106. Luluh

2116 Kata

"Kenapa wajah kakak kusut begitu? Masih pagi dan Ibu hamil sudah cemberut. Ada apa, Kak? Sedang ada masalah atau berantem dengan Pak Restu?" Tari meringis setelah mengatakan itu karena aku mengabaikan dia dan memilih terus menuju ruang kerjaku. Gadis itu mengikuti dengan mulut kembali berucap."Duh, Kak Zima kalau marah menakutkan." "Tari!" tak tahan juga aku, pada akhirnya meneriaki namanya dan Tari senyum-senyum begitu. "Sorry, Kak." Kuletakkan box kue di atas meja kerja. Setelah menyimpan tas kerja di dalam laci, aku membuka box di ikuti oleh pandangan mata Tari. "Semua karena makanan ini. Kau tau tidak jika aku sedang mengidam. Dan menyebalkannya lagi, Restu tidak mau membelikannya untukku. Dia pikir aku tidak bisa apa membelinya sendiri," gerutuku. "Kakak sedang mengidam?" "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN