Di sebuah pemakaman dengan gundukan tanah merah bertabur bunga segar, aku masih berjongkok memandang pusara almarhum sahabatku, Rani. Kesedihan tak mampu aku singkirkan. Air mata kuhapus beberapa kali demi menghalau kesedihan yang mendera. Sentuhan lembut di bahuku membuatku mendongak. Aku berdiri dan berpelukan bersama Tari. Kesedihan yang juga sangat kentara di wajah Tari. Sama halnya aku yang merasa sangat kehilangan salah satu sahabat baikku. "Kak kita harus sabar, ya," ucapnya. Aku mengangguk dan melepas pelukan darinya. Ada Jeff dan juga Restu yang saling berdiri bersisihan. Menatap pada kami berdua. Di area pemakaman ini sudah sepi. Hanya ada kami berempat bersama Jack. "Jack, apa kau masih ingin di sini?" Restu mendekati Jack dan bertanya demikian. Lelaki itu pun mendongak me
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


