120. Melahirkan

1886 Kata

Dua minggu yang lalu aku sudah mengambil cuti karena fokus menanti kelahiran bayi ini. Aku tidak enak juga pada Restu jika tetap bekerja. Andai terjadi sesuatu pada kandunganku, maka Restu juga akan menyalahkanku nantinya. Tak ada salahnya jika aku menurut pada apa yang suami mau. Di rumah pun aku tak mau tinggal diam. Ada saja yang aku lakukan. Entah memasak atau membantu Bibi bersih-bersih rumah. Aku tidak bisa jika diminta diam begitu saja karena mungkin terbiasa aku selalu beraktifitas setiap harinya. "Zi! Kenapa kau yang membawakan aku minuman. Bibik mana?" Restu bertanya. Ini weekend jadi Restu tidak pergi ke kantor. Namun, bukan berarti dia bisa bersantai-santai saja selama di rumah. Ada saja pekerjaan yang dia lakukan. Sebenarnya Restu itu tipe lelaki yang suka beraktifitas d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN