"Hidup ini benar-benar nggak adil! Kenapa Alea yang mendapatkan kamu, Pak. Asal kamu tau, aku belum pernah menyukai laki-laki sampai seperti ini." Diandra mencabik-cabik foto Alea dan Jeje yang diambil oleh orang bayarannya di Maldives kemarin. Tatapan nya penuh kebencian, tapi sesekali sorot matanya berubah sendu, kadang menangis, kadang tertawa. "Pak Jeje, kalau tidak dapat memiliki kamu, apa gunanya aku hidup?" ** Hari-hari Lea dan Jeje berjalan normal. Setelah insiden Diandra berlalu, dengan kepergian Diandra ke luar negeri. Juga Jeje yang mengurus perusahaan Steve. Ayah Alea yang mulai aktif di perusahaan, meski tanpa Tania yang membuat semuanya terasa berbeda. Alea menggebrak meja belajarnya. Ya, dia sudah memutuskan untuk mengambil jurusan Sastra. Alea suka menulis, dia juga

