Bab 79 : Tak Lagi Sama

1184 Kata

Ciuman pun terjadi, sambil memejamkan mata, Lea merasakan betapa lembut bibir merah itu, sangat memabukkan dan ia tidak ingin melepaskan ciuman hangat tersebut. Namun sedetik kemudian suara perut Alea membuat suasana berubah seketika. Jeje menyunggingkan senyuman, menahan tawa karena mengetahui bahwa istrinya memang kelaparan. "Kita makan dulu." Jeje menggandeng tangan Alea yang malu saat menyadari perutnya barusan saja berbunyi nyaring. "Ih, malu-maluin banget!" "Sayang, maaf, ya, bikin kamu kelaperan. Malam ini makan yang banyak, oke?" Lea menggeleng. "Nggak mau banyak-banyak. Nanti aku gendut lagi," "Gendut?" Lea mengangguk. "Makan malam 'kan bikin gendut." "Alea, kalau gendut emang kenapa? Bagus dong, kamu jadi makin lucu. Pipi kamu akan tambah enak buat di cubit kayak g

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN