Alea meneguk ludah melihat manik mata coklat milik Jeje menatapnya intens. Bibirnya membentuk garis lengkung yang terlihat manis. Sang suami mulai mengelus pipinya, melebar ke belakang leher lalu menariknya mendekat. Kini bibir Jeje sudah berhasil menyentuh bibir Alea dan keduanya saling berpagut. Suara decapan bibir terdengar. Gerakan melumat bibir atas bawah bergantian pertanda rasa nikmat. Napas menggebu mengisyaratkan keinginan untuk segera memulai penyatuan. Alea mengerjap begitu Jeje memosisikan telapak tangannya ke d**a bidang sang suami. "Tolong bukakan kancing bajunya, Sayang." Ragu bercampur malu, itu yang Alea rasakan. Alea mulai membuka satu persatu kancing piama tidur Jeje, sambil membuka, Jeje terus mencium ceruk lehernya. "Eng, sebentar, Mas. Belum terbuka semua."

