Beberapa menit sejak butiknya buka, Maura sudah sampai di sana bersama Ayra dan baby sitternya dengan diantar sopir. Kehadiran bayi cantik itu jelas membuat karyawannya heboh. Ayra benar-benar seperti Maura dalam versi bayi. Bayi itu terlihat begitu ceria dalam box bayinya. Ia membuat ibunya terlihat begitu repot dengan segala keperluannya. Bahkan sopirnya sampai perlu turun untuk membawakan semua keperluan Ayra. “Bu Maura seperti mau pindahan ya,” bisik karyawannya. “Mungkin mau lama di sini,” sahut yang lain. Dan memang benar, sambil mengasuh putrinya, Maura duduk di balik meja kerjanya memeriksa beberapa laporan tiga bulan ke belakang. Ia mencoba fokus dan tenang membaca semuanya sesuai dengan petunjuk yang diberikan suaminya. Menjelang makan siang, Maura menghentikan pekerjaannya

