Maura sudah terduduk lemas saat Andre sampai di sisi istrinya. Ia merangkul perempuan itu hingga membuat tangisnya pecah. Evan yang tak pernah melihat ibunya seperti itu, menatap bingung. Sementara Ayra sudah mulai menunjukkan puppy eyesnya dan ikut menangis. Evan melongo. “Kamu kenapa ikut menangis? Emang ngerti?” Evan menatap adik perempuannya penuh tanda tanya. Kalimat polos Evan membuat Maura tersadar, bahwa ada dua bocah yang mungkin tidak mengerti situasi yang dihadapinya. Maura menyusut air matanya kemudian tersenyum pada Ayra yang juga berhenti menangis. “Papa lagi ditangani. Kamu tenang aja. Mereka pasti mengusahakan yang terbaik.” “Memang perlu operasi jantung?” Andre dan Daffa berpandangan, kemudian menghela napas. “Sebenarnya memang sudah dijadwalkan sebelumnya. Tapi Pap

