S2: RANJANG SEMPIT

2102 Kata

Malam Pertama “Oke, Léon mau kasih tempat tidur yang mana untuk Ranier?” tanya Gyan. Bukan Léon mau tempat tidur yang mana untuknya. Bukan meminta Léon dan Ranier beradu siapa cepat dia dapat. Gyan tak ingin Léon merasa kasih sayangnya ke sang putra berkurang karena adanya Ranier dan Rosé kini. Justru, Gyan ingin Léon merasa dilibatkan—dianggap penting, didengar, dan tetap menjadi pusat dalam lingkar kecil keluarga mereka. Bahwa kehadiran dua adik barunya ini bukan tentang menggeser yang lain atau dibagi hingga bagiannya menjadi sedikit, melainkan tentang memperluas hati. Léon menatap dua ranjang di hadapannya. Ia mengerutkan kening, berpikir sungguh-sungguh, seolah keputusan itu sangat besar dan bisa mempengaruhi masa depan mereka. Ranier berdiri di sampingnya, menunggu sambil menyap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN