Clarisa berusaha tampak ceria. "Tentu saja penasaran, Tiara. Namanya juga gosip. Aku hanya ingin tahu kebenarannya. Aku kan peduli padamu." Tiara tertawa kecil. Tawa itu tidak mengejek, tetapi penuh makna. "Terima kasih atas kepedulianmu, Clarisa. Tapi kamu tidak perlu khawatir." Tiara memajukan tubuhnya sedikit. Ia berbicara dengan suara yang penuh keyakinan dan kebanggaan, kata-katanya mengalir lugas. "Suamiku, Abimana Narendra Tama, sangat sehat dan baik-baik saja," kata Tiara. "Dalam segala hal. Aku jamin itu. Tidak ada masalah dengan stamina atau pun performanya. Aku bahkan tidak tahu dari mana rumor konyol itu berasal. Mungkin dari orang-orang yang hanya iri pada kehidupan kami." Tiara melihat sekali senyuman Clarisa dipaksa. Senyum itu tidak mencapai mata Clarisa. Clarisa hanya

