(Biantara) - Perjuangan Membangunkan Leonel

1602 Kata

Biantara muncul dari ujung lorong dengan kemeja yang sedikit berantakan, dia buru-buru mempercepat langkahnya begitu melihat adiknya sedang menatap kaca ruangan ICU dengan nanar. "Tiana." Biantara memanggil adiknya dengan suara gemetar. Tiana yang sejak tadi mematung langsung berdiri. "Kak Bian!!" Begitu kakaknya sampai di depannya, Tiana tidak bisa lagi menahan sesak di dadanya. Ia menghambur, memeluk Biantara dengan erat sambil terisak hebat. Bahu Tiana berguncang, menumpahkan semua ketakutan yang sejak tadi ia pendam sendirian di depan kaca ICU. "Kak Bian..." suara Tiana pecah. "Leonel, Kak. Dia belum bangun." Ia mengusap punggung Tiana perlahan. Mengeratkan pelukan. "Kakak di sini, Tiana. Tenanglah. Kakak sudah kunci semua celah. Penjahatnya tidak akan bisa lari, dan tim

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN