Tiara terbangun dari tidurnya yang pulas, merasa seluruh tubuhnya—dan jiwanya—sudah diisi ulang. Ia meregangkan tubuh, merasakan efek ganda dari tidur siang yang nyaman dan klimaks ganda yang eksplosif. Morning sickness benar-benar hilang, digantikan oleh rasa lapar yang akut. Ia bangkit dari sofa dan menyadari vila terasa sepi. Ia berjalan perlahan menuju dapur, dan matanya langsung terbelalak kaget. Di balik counter dapur yang didominasi marmer putih, Abimana berdiri tegak. Ia tidak lagi mengenakan kemeja yang robek tadi, melainkan hanya kaus v-neck abu-abu gelap dan celana pendek selutut. Namun, yang membuat napas Tiara tertahan adalah celemek hitam yang melingkar rapi di pinggang kokohnya, menonjolkan otot d**a dan lengannya yang keras, yang biasanya tersembunyi di balik jas mahal.

