Kemarahan Seorang Ayah 🔥

1294 Kata

Pagi yang tenang di Fiji terusik oleh naluri seorang ibu. Tiara, yang sedang duduk di dek kayu sambil memandangi cakrawala, tiba-tiba merasa dadanya sesak oleh rasa rindu yang tidak biasa. Ia meletakkan gelas jusnya, lalu menoleh ke arah Abimana yang sedang asyik membaca buku di kursi malas. "Mas Abi," panggil Tiara, suaranya terdengar tidak tenang. "Perasaanku mendadak tidak enak. Aku kepikiran Bian dan Tiana. Tiana tadi malam hanya mengirim pesan singkat, tidak seperti biasanya." Abimana menurunkan bukunya, menatap istrinya dengan tenang. "Mereka sudah dewasa, Tiara. Tiana punya Leonel, dan Bian punya klan untuk diurus. Jangan terlalu cemas." "Tapi Mas, aku ingin lihat wajah Bian. Biasanya kalau ada apa-apa dengan adiknya, Bian pasti tahu," desak Tiara. Ia langsung meraih ponsel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN