Puaskah, Sayang? πŸ”₯πŸ”ž

1323 Kata

Abimana baru saja hendak menaruh piring buah ke meja kecil ketika Tiara menarik ujung bajunya. β€œMas Abi,” panggil Tiara pelan. Suaranya lembut, namun ada tarikan liar dan manja yang langsung membuat pusat d**a Abimana berdenyut. Ia menoleh. Mata mereka bertemu. β€œApa lagi, Sayang?” Tiara duduk lebih dekat, meraih wajah Abimana dengan kedua tangannya yang kecil. Matanya memancarkan hasrat yang tak tersembunyi. β€œSini. Aku haus.” Abimana mencondongkan tubuh, seluruh ototnya menegang karena antisipasi. Tiara mencium pipinya. Satu kali. Lalu pipi satunya. Lalu ujung hidungnya. Ciuman kecil itu bertubi-tubi, cepat, ringan, tapi setiap sentuhannya mengalirkan gelombang panas yang membuat Abimana seketika menegang di bagian bawah. β€œTiara,” gumam Abimana, suaranya kini berat dan parau, menahan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN