Janna menarik nafas panjang mencoba mengumpulkan tenaganya agar ia bisa berdiri lebih tegak dan kembali ke dalam kamar setelah ia merasa mual lalu muntah. Kepalanya terasa sangat pusing. Sudah dua minggu dari pemeriksaan dokter terakhir tapi ia merasa kondisi tubuhnya semakin menurun. Janna tetap memaksakan untuk makan dan mengkonsumsi makanan sehat lainnya agar janinnya tetap terjaga kesehatannya. Walau diberi obat, tapi Janna berusaha untuk tak mengkonsumsi obat apapun karena merasa takut kesehatan janinnya akan terganggu walau dokter bilang aman. Entah berapa lama ia harus menahan sakit kepala yang amat sangat sampai keringat dingin bercucuran sendirian di dalam kamar. Jika rasanya ia benar-benar tidak tahan ia baru akan mengkonsumsi obatnya. Janna pun berusaha untuk lebih banyak di

