Jeffry membuka pintu rumahnya dan mempersilahkan mertua dan ceu Dini masuk terlebih dahulu ke dalam rumah. Ceu Dini tampak begitu antusias melihat rumah milik Janna dan Jeffry. “Aduh, meuni bagus rumahnya … eceu jadi sungkan ah mau duduk juga,” ucap ceu Dini dengan logat sundanya yang kental sembari meletakan koper-koper di lantai. “Ih, gak boleh gitu, Ceu … anggap aja rumah sendiri. Sini, Janna antar ke kamar yang bisa dipake sama Ceu Dini,” ajak Janna sambil tertawa melihat sikap ceu Dini. Ceu Dini pun segera mengikuti Janna, sedangkan Amima baru saja duduk dituntun Jeffry. “Ibu haus gak? Jeffry ambilkan minum dulu ya,” ucap Jeffry cepat lalu segera bergerak menuju dapur dan mengambilkan segelas air putih untuk ibu mertuanya. Tak lama Janna dan ceu Dini kembali ke ruang tengah untu

