Sate Ayam

1847 Kata

Sambil menunggu pesanan datang, Nayara segera membuka ponselnya. Ia ingin bertanya pada kakak sepupunya itu. Bisa-bisanya dirinya harus pupang dengan orang yang sangat ingin dia hindari. Kenapa kesannya, disini sang kakak sepupu ingin sekali membuatnya bersinggungan dengan Revan lagi ya? Apa hanya perasaannya saja. Entahlah. Jemari lentik Nayara mengetik dengan kecepatan cahaya, seolah-olah layar ponselnya adalah wajah Rafael yang ingin ia ucek-ucek. Kesel banget soalnya. Nayara: KAK RAFAEL!!! Maksudnya apa kirim temen kamu buat jemput aku ke sini?! Kalau nggak bisa bilang aja. Tak lupa dengan berbagai emotikon yang mewakili kekesalan hatinya saat ini. Rafael: Maaf ya adekku yang cantik. Aku lagi ada pasien Nay. Maafin ya... Ntar aku traktir sebagai gantinya ya? Ia mendesah setel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN