Bab 60. Malaikat Di Sangkar Naga

1515 Kata

Lampu temaram di ruang kerja Jourell seolah mencekik Letizia. Udara mendadak tipis saat jemarinya menarik gumpalan kertas dari celah laci terdalam. Pelan, dengan napas yang tertahan di tenggorokan, ia membuka lipatan kertas yang kasar itu di bawah pendar redup lampu meja. Deg Itu adalah foto ulang tahunnya yang ketujuh belas. Ayahnya berdiri gagah di sana, merangkul bahunya dengan tawa yang begitu tulus. Namun kini, wajah ayahnya di foto itu hancur. Bukan karena usia, melainkan karena amarah yang nyata. Kertas itu diremas sedemikian rupa hingga pecah-pecah, dan yang paling mengerikan. Ada guratan tinta hitam yang tajam menghapus wajah sang ayah, menyisakan bercak kecokelatan yang tampak seperti noda darah kering yang merembes di sudut kertas. "Kenapa...?" bisik Letizia. Suaranya pecah,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN