Di kamar bayi yang beraroma bedak bayi mahal itu, Jourell yang biasa meratakan musuh, tampak berkeringat dingin. Di depannya, Xyra sedang menggeliat lucu, sementara Jourell memegang popok bersih dengan tangan gemetar. "Zia, kenapa perekatnya tidak mau menempel?" bisik Jourell frustrasi, napasnya memburu seolah sedang menjinakkan bom. Letizia tertawa kecil sambil bersandar di pintu. "Posisinya terbalik, Papa Jourell." Jourell mendengus, namun matanya menatap Xyra dengan binar pemujaan. "Diamlah. Aku sedang bernegosiasi dengan putriku. Iya kan, Xyra? Kau tidak akan memberitahu paman-pamanmu kalau Papa kalah dari selembar popok, kan?" "Pangeran Atmajaya yang agung, ternyata takluk pada satu bayi," ledek Letizia. Jourell menunduk, mengecup dahi bayi mungil itu dengan sangat lembut. "Dia p
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


