Meniti Harapan

1394 Kata

Nadia dan Surya duduk bersebelahan di ruang tunggu bandara Changi. Mereka menanti penerbangan ke Singapura untuk menjalani program bayi tabung yang telah lama di diskusikan. Suasana hening menyelimuti mereka berdua. Hanya suara pengumuman penerbangan dan derap langkah orang-orang yang terdengar di sekitar. Nadia menatap ke depan, matanya menerawang jauh. Surya merasakan kegelisahan istrinya dan menggenggam tangannya lembut. "Kamu tegang?" Surya membuka percakapan dengan nada lembut. Nadia tersenyum samar. "Nggak juga, cuma... ya, mungkin agak cemas. Kita beneran mau program, ya?" Nadia menoleh menatap suaminya, mencoba mencari kepastian. "Iya, Sayang. Tapi kita lakukan ini karena sama-sama mau, bukan karena tekanan atau paksaan," Surya menenangkan. "Kita sudah sepakat, apa pun ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN