174~DS

1921 Kata

“Du-dua?” Eila menatap hasi USG yang diberikan oleh Pras. Melihat dua buah kantong janin yang ada di dalam sana. “I-ini ... kembar? Mami nggak salah, kan?” “Kembar,” jawab Pras untuk lebih meyakinkan sang mami. “Dan cuma dua.” Sinar reflek memukul lengan Pras. “Emang mau berapa? Enam?” Pras mengendik singkat. Sementara Eila langsung memeluk Sinar dengan erat. Menumpahkan kebahagiaan yang semakin bertambah di dalam keluarganya. Langkahnya untuk membawa Sinar masuk ke dalam hidup Pras ternyata tidak salah. Wanita itu ternyata mampu merubah banyak hal dan membuat hidup Pras semakin berwarna. Tentu tidak hanya Eila yang ikut berbahagia, Kaisar pun turut merasakan hal yang sama. “Mau apa?” Pras menahan kepala Bima yang mulai mendekat pada Sinar. “Ngasih selamatlah, Mas!” “Hm.” Pras berge

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN