“Cih!” Sinar berdecih tanpa sungkan, setelah Rista pergi dari ruang kerja Kaisar yang digunakan Pras untuk membahas pekerjaan. “Seumur-umur aku jadi sekretaris, baju yang kupake nggak pernah seketat itu. Mana roknya pendek. Seneng, kan, kamu liatnya?” Tadinya, Sinar sudah meminta Irfan untuk menemani Pras bertemu Rista di ruang kerja. Namun, wanita itu datang lebih awal di saat Sinar masih berada di rumah. Karena itulah, Sinar yang akhirnya menemani Pras untuk bertemu dengan wanita itu. “Hm.” Pras hanya menggumam sambil memilah berkas yang ada di meja. “Pras!” panggil Sinar geregetan. “Hm,” gumamnya tanpa melihat Sinar. “Ck! Apa Rista pernah jadi partnermu?” selidik Sinar mulai curiga. “Aku punya aturan dan batasan sendiri dalam mencari partner,” jawab Pras enteng dan masih menatap

