104 | Bakaran

1811 Kata

Sebagai penyempurna, Baja memberikan sentuhan terakhir di kening Aylin yang orangnya masih ngos-ngosan. Mata Aylin terpejam. "Kamu kalau nggak ikut bakaran, nggak pa-pa. Biar Mas saja yang wakilkan," bisik Baja setelahnya. Sontak kelopak mata Aylin terbuka. Keningnya agak mengernyit tipis. "Nanti mami julid besoknya, apalagi kita semua mau semobil." "Nggak pa-pa. Kamu pura-pura tidur aja besok. Kalau Mas, sih, nggak keberatan. Mami dan papi juga pasti pernah ada di fase yang sedang kita jalani ini." Sambil Baja usap-usap kepala Aylin. Tak lama, Baja beranjak menyelimuti. Aylin masih tanpa busana memang. Baru selesai konsel, by the way. Hanya satu kali perfom. Baja tidak lupa kalau besok itu Lebaran, terus akan ada perjalanan ke sana kemari menemui banyak orang, terlebih sampai ke Ban

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN